#CeritaLiputan Makassar Green Farm

by - Februari 27, 2019

Makassar Green Farm
AKHIRNYAAAAAAAAAAA, posting lagi hahaha
Mau klarifikasi dulu halaaah biar apasih fir! jadi saya itu menulis biar happy, makanya tidak pernah memberikan target ke diri sendiri dalam satu bulan harus selesai sekian tulisan bla bla bla, saya nulis ketika mood dan emang pengen nulis ajah, tidak mau gara-gara ada target jadi saya akhirnya terbebani dan malah malas nulis! (semua itu hanya alasanmu, perempuan pemalas!). Sekian klarifikasi saya, semoga handai taulan dapat memaklumi ~

Nahh, karena sekarang saya sudah kembali ke media, jadi konten-konten blog ku nanti kemungkinan akan banyak diisi sama #CeritaLiputan yang menarik menurut kacamata saya dong yaa :D seperti yang akan saya bagikan sekarang, Rabu 27 Februari kemarin, saya ada janji liputan dengan salah satu petani hidroponik di Jl Daeng Tata 1, sebagai anak muda yang apatis soal bercocok tanam, tidak mengertilah saya apa itu hidroponik, googling dulu dong biar wawancaranya lancar, dan supaya tidak keliatan bego-bego banget gugup depan ownernya.

Setelah googling, mulai ngerti dikit-dikit ohh hidroponik tuh begitu, nah ketemu lah saya dengan owner kebun Makassar Green Farm tersebut, sebut saja namanya pak Alen (yaa emang Alen namanya Fir!). Pak Alen ini salah satu petani hidroponik yang ada di Makassar, karena ternyata sudah banyak orang yang membudidayakan tanaman hidroponik ini, sungguhlah memang si fira dan pengetahuannya yang dangkal. 

Kesan pertama ketika sampai di kebun pak Alen yaa gak kaget-kaget amat karena sering kok liat kebun seperti itu waktu kuliah di Semarang kemarin hihihi, nah tapi pas liat tanaman-tanamannya baru deh takjub! Warna sayurannya cantiiiiiiiik sekali, bikin mata jadi segar! Kalau biasanya orang-orang cuci mata ke mall, percayalah #sobathedonku di sini mata kalian akan jauh lebih segar!!

Ternyata si bapak ini sudah punya 3 kebun dan kebun yang saya liput ini malah kebun yang baru beroperasi 1 Januari 2019 kemarin, loh dua kebun lainnya mana mbak ? sabar sabarrrrr dua kebun lainnya ada di dekat area kebun ke-3 ini juga kok, cuma karena permintaan pasar terlalu tinggi dan tempatnya sudah ndak muat untuk ditanami, jadilah pak Alen bikin kebun baru, yeaaaay!! Spesialnya lagi, kebun ke-3 ini kebun yang sudah memenuhi standar Greenhouse karena memenuhi kesesuaian iklim mikro nya, misalnya temperature, kelembaban, beda suhu, intensitas cahaya matahari dan sinar Ultra Violet (UV) dan di kota Makassar, kebun pak Alen lah pertama dan satu-satunya yang seperti itu. Kereeeeeen

Dijelaskan soal tanaman hidroponik ini, saya baru tahu kalau kenapa dinamakan tanaman hidroponik karena menanamnya tidak menggunakan tanah tapi diganti oleh air dan diberikan nutrisi-nutrisi khusus dalam mengembangkan tanamannya dan pastinya tidak disemprot pestisida jadi dijamin sehat! Di kebun pak Alen ada beberapa jenis tanaman seperti selada impor, kale, pakcoy, ada juga edible flower atau bunga yang bisa di makan. Semua bibit tanaman pak Alen dikirim dari Jakarta dan itu bibit impor dari Belanda, "Ada sih yang di Makassar tapi skalanya kecil mbak" kata pak Alen gitu.

Terus dijual kemana aja nih sayurannya ? ternyata buat naks-naks nongkrong yang sering duduk-duduk lucu di Panbakers, Grind n Pull, Tanamera, Chrematology dan resto-resto Korea di Makassar, sayur-sayuran di kafe-kafe tersebut dari kebunnya pak Alen loh! Harganya memang lebih mahal sayuran hidroponik ini dibanding sayuran konvensional yang mungkin biasa kita konsumsi sehari-hari di rumah, karena yaa perawatan dan pemeliharaannya aja mahal bok! Kali ini saya percaya tagline "sehat itu mahal" hahahah

Dalam satu bulan, kebun pak Alen bisa menjual hingga 300kg tanaman, mau beli per porsi ? bisa juga, pak Alen mulai menjual 1 paket isi 3 sayuran seharga 20 ribu rupiah sahaja, dan itu sayurannya bisa di mix. 3 Jenis sayuran seharga 20 ribu ini buat saya masih terhitung murah karena bisa lah buat 1-2 hari makan (yaa kan elu tinggalnya cuma berdua fir di rumah, makanya bisa!) apalagi pak Alen bilang sayuran hidroponiknya bisa tahan sampai seminggu di kulkas dan tidak layu! wiiiiiihhhh

Btw, selain sama kafe dan restoran, pak Alen juga kerjasama dengan beberapa hotel di Makassar, fyi aja ini sih. Nah pak Alen juga punya 4 orang karyawan yang mengurus tiga kebunnya ini, tapi dia sendiri pun turun langsung untuk rutin mengecek tanamannya, karena ternyata pak Alen memang hobi cocok tanam, waaaah salut sih sama orang-orang yang menekuni hobinya dengan serius sampai bisa menghasilkan income sendiri, dan eiiits omzet pak Alen dalam sebulan gak main-main loh, sampai puluhan juta rupiah ~ *dadah-dadah ke sobat missqueen ku* 

Sebelum ketemu dan janjian, saya membayangkan pak Alen ini orangnya mungkin sudah usia 50an ke atas, kaku dan yaa khas bapak-bapak bercocok tanam lainnya, ternyata saya terkejut! Hahaha pak Alen masih muda banget, tebak sih umurnya kisaran 35-40 dan orangnya asik banget, diajak ngobrolnya enak dan cara dia cerita juga sangat jelas dan keliatan kalau dia beneran paham banget tentang apa yang dia lakukan, padahal pak Alen tidak ada latar belakang mahasiswa pertanian sama sekali, pun belajar tanaman hidroponik ini hanya dua tahun lalu awalnya iseng-iseng tanam skala kecil di rumahnya.

"Dulu cuma tanam di rumah, eh keterusan karena suka dan alhamdulillah bisa terjual sampai bikin tiga kebun seperti sekarang" 

Ada satu hal yang saya catat dari pertemuan dengan pak Alen kemarin, zaman teknologi semakin canggih seperti sekarang, orang-orang berlomba-lomba berkecimpung di industri kreatif (which is tidak salah karena saya pun salah satu pelakunya hihihi) pak Alen melakukan hal yang bahkan beberapa alumni mahasiswa pertanian pun jarang lakukan, bercocok tanam! Intinya tuh, pintar-pintarnya kita yang lihat peluang! Sayang sekali kemarin saya kurang foto-foto area kebunnya dan tidak ada foto sama pak Alen juga karena awalnya tidak ada niatan bakal ditulis di blog sih hehehe, jadi harap maklum dengan pengambilan gambar yang seadanya yaa teman-temaaaan :D




You May Also Like

14 komentar

  1. kak boleh minta kontaknya Pak Alen? atau bisa langsung datang saja ke kebunnya kah? Pengen ajak mamiku ke sini soalnya karena kebetulan beliau suka sama sayur-sayuran juga dan bakat menanam.

    BalasHapus
  2. Kyaaaaaa, *mata mendadak jadi hijau*

    Jadi penasaran dengan kebun-kebun yang lain seperti apa bentukannya. Saya sendiri masih mencari tempat beli selada atau hijau-hijuan seperti itu dengan harga murah atau terjangkau ://, minta kontaknya boleh?

    BalasHapus
  3. abis baca ini jadi kangen pengen liputan lagi biar bisa menghasilkan tulisan mendalam. btw, kerennya itu Pak Alen dih..

    BalasHapus
  4. Sehat itu mahal..Totally agree with this statement.

    Pak Alen salah satu orang yang pintar lihat peluang bisnis..

    Bdw di media mana ki kk ? :)

    BalasHapus
  5. Wah tetangga saya nih Pak Alen, *anakdaengtatajuga ��. Btw semua resto yang disebut di tulisan ini tempat nongkrongku, berarti semua sayuran yang aku aku makan di sana berasal dari kebun Pak Alen yaa. Boleh tuhh 20K untuk 3 iket, info alamat dan notelp nya dong.

    BalasHapus
  6. OMG... Life goals sekali farm ini, says juga dan paksuami punya cita cita dimasa pensiun mau mengelola kebun dan ternak, mau mondok di perkebunan kalau mau masak sayur tinggal petik sendiri hihihi. Sehat memang mahal, karena menkonsumsi makanan sehat apalagi suatu hal yang expensive menurutku.

    BalasHapus
  7. Tanaman yangpemeliharaannya organik itu memang mahal ya. makanya kalo ndak mau mahal, mesti belajar tanam sendiri (sementara saya malas sekali merawat tanaman wkwkwk).
    Oya, Fadly Padi itu seingatku menanam hidroponik juga. Pernah lihat di mana ya ... di YouTube kalo ndak salah.

    BalasHapus
  8. Sebagai guru IPA, menanam dengan teknik hidroponik ini tidak asing lagi bagi saya. Bahkan pernah dipraktekkan di sekolah. Tapi gurunya sendiri (baca: saya) belum pernah coba di rumah hehehe...

    Tak ada lahan yang cukup kodong, halaa alasan.

    BalasHapus
  9. Sepertinya nama ini tidak asing bagi saya. Sepakat, ilmu pertanian itu bukan ilmu murni tapi terapan. So, siapa yg rajin mempraktikkan akan bisa menemukan formula baru.

    BalasHapus
  10. Saya juga kalo lihat hijau2 jadi adem. Saya salah satu orang yang paling senng banget nikmati alam. Mau bikin kebun sendiri juga nnti klo udah punya rumah dan istri haha

    BalasHapus
  11. Wah keren ya usaha pak Alen ini, berawal dari coba2 dan hobi nanam tanam hidroponik di rumah eh jadi hobi dan malah sampai menghasilkan omzet puluhan juta perbulan. Keren euyy. Menginsipirasi sekali.

    Btw saya juga baru tahu nih, tanaman hidroponik ini tidak menggunakan tanah tapi pake air dan diberikan nutrisi-nutrisi lain. Thanks for sharingnya kak.

    BalasHapus
  12. Bagus tulisanya, kak. Serius tapi entertain. Saya mau baca lagi tapi sudah habis.

    Jadi ingat satu pesan: "tumbuhan itu Ibu bagi kehidupan. Di mana ada tumbuhan, di situ hewan dan manusia berkumpul." Ada tulisan di Kompas saya baca kemarin, profil anak muda yang lebih memilih berkebun, meninggalkan kehidupan kantoran. Supaya bisa dekat-dekat dengan tanaman, alasannya. Semoga banyak yang jadi petani muda ke depannya.

    BalasHapus
  13. Segar bingits ini kak fir. Jadi pengen berkunjung. Anyway, tadi saya kelewat info kali ya. Ini alamtnya di mana? Eh, bisa di googling sih 😂

    BalasHapus
  14. Fyuuuhhh seggeerrnyaaa hijau-hijau itu, saya juga baru tau kalo hidroponik ini tidak pakai tanah, cuman air. kirain dlu di dalam pipa-pipa itu dimasukin tanah juga kayak pot biasanya hahah.

    BalasHapus