#BeyondBlessed

by - Februari 09, 2019



Setelah beberapa bulan terakhir melihat kembali isi blog ini saya menyadari postingan-postinganku hampir "sponsored post" semua :)) ini blog bukan agen iklan #tabokdirisendiri yaa tapi gak salah sih, toh justru dari situ pintu rejeki terbuka, rejeki yang saya maksud bukan cuma soal materi loh ya karena memang meskipun materi ada, tapi gak bisa dipungkiri dari kembali aktif ngeblog saya menemukan saudara-saudara baru :)

Sebagai"anak daerah" yang selepas SMA langsung merantau menyebrang pulau, saya kurang begitu mengenal tanah kelahiranku sendiri. Meskipun hampir seluruh keluarga besarku tinggal di Makassar dan liburan sekolah saya juga di Makassar, tetap saja hal itu tidak mnjadikanku benar-benar kenal (dan mungkin cinta?) dengan kota ini. Setelah kuliah saya "terpaksa" harus pulang, untungnya tidak lama, saya kembali menemukan cinta baru di Jakarta, Bandung, Cirebon, Jogja.

Tapi ibarat orang pacaran, lagi sayang-sayangnya terus ditinggal nah begitulah kira-kira gambaran hubunganku dengan kota-kota tersebut. Saya selalu suka merantau, karena saya bertemu dan ditemukan banyak hal. Sahabat-sahabat baik saya tersebar di seluruh penjuru negeri, kota-kota yang sempat saya singgahi untuk belajar dan "nyari cuan" ramah-ramah (saya punya kenangan spesial dengan Cirebon, kecelakaan lumayan parah) dan semua hal-hal baik yang terus saya bawa hingga ke Makassar.

Kembali lagi, saya harus "pulang" untuk kedua kalinya. Saya selalu merasa Makassar bukan rumah dan bukan tempat yang cocok untuk saya. Setidaknya itu yang kurasakan di bulan-bulan pertama menempuh hidup baru. Terbiasa dengan banyak perbedaan, saya tidak begitu menemukan kenyamanan di sini. Di Semarang ada teman-teman kampus, di Jakarta ada teman-teman lelaki yang semuanya baik hati, di Bandung dan Cirebon ada teteh-teteh dan akang-akang baik hati, di Jogja tentu saja ada Ifa dan mbak Vivi yang kucintai.

Di Makassar ? hanya ada mbak Tias dan kak Farah. setidaknya hanya mereka yang kumiliki dan membuatku bersyukur. Sampai ketika ada suatu titik saat saya merasa mulai menemukan apa yang kusenangi. Kak Farah selalu jadi teman cerita yang baik dan partner kerja yang menyenangkan. Mbak Tias tentu saja orang yang kucari saat ingin makan enak, bahas buku, dan cerita apa saja. Ada satu lagi sahabatku yang kalau sedang bersama dia, serasa abis ngecharge tenaga, si ibu beranak satu, Afun!

Saya mulai bisa menikmati rutinitasku di Makassar, terlebih saya merasakan hal yang sudah hilang beberapa tahun terakhir (sejak saya merantau) quality time bareng keluarga! Lebih dekat dengan bapak, mamah dan adekku jadi hal yang menyenangkan :D

Keluarga lain adalah teman-teman baru yang berwawasan luas di @thebookclub.mks yang membuatku selalu menunggu Sabtu akhir bulan dan kakak-kakak baik hati di Komunitas Blogger Anging Mammiri (AM).
Blogger Makassar Anging Mammiri

@thebookclub.mks

The bookclub Makassar membuatku benar-benar mulai menyukai diri sendiri (lagi) banyak yang tidak tahu saya merasa kehilangan (atau lebih tepatnya membenci) diri sendiri semenjak menikah, tidak banyak yang tahu sulit bagiku mengumpulkan sisa-sisa kepercayaan diri masa lalu. The bookclub membantuku memulihkan kerusakan-kerusakan itu. 


Kemudian AM, tempat dimana saya selalu merasa dihargai. Tidak salah kalau di gathering AM kemarin kakak-kakak blogger menyebut AM adalah rumah, sejauh apapun pergi kita semua tahu kemana akan kembali. Baru bergabung beberapa bulan saya kemudian didapuk (atau mungkin dijebak ya hahah) menjadi ketua kelas menulis MAM (Makkunrai Anging Mammiri) wow sebuah posisi yang sangat menjadi beban karena ketua kelas sebelumnya adalah sosok yang luar biasa hahah. Saya tidak tahu pasti alasan saya yang dipilih sebagai ketua kelas menulis MAM menggantikan kak Qiah, tapi baiklah saya akan melakukan yang terbaik (doakan saya yaa netijen). 

Diantara semua hal-hal baik yang berdatangan satu per satu, keberadaan laki-laki paling sabar sedunia  disisiku adalah kuncinya, jika bukan karena dukungan dan kesabarannya selama ini saya mungkin masih menjadi Fira yang membenci diri sendiri. Tidak mampu melihat hal-hal baik yang terus menghampiri dan tidak bisa kembali menjadi Fira yang produktif! Dia selalu memberikan kepercayaan untuk semua aktifitasku termasuk untuk kembali bekerja (yang artinya dengan resiko dia akan sedikit terabaikan) thanks God, your blessed is countless!! 

Tulisan ini memang agak sedikit random, ini dituliskan pukul 1 pagi setelah pulang abis malam mingguan sama mantan pacar dan setelah menghitung-hitung sudah lama sekali sejak kami menghabiskan waktu hanya berdua. Anggap saja tulisan ini adalah pengingat untuk :
1. Rajin baca buku untuk diri sendiri dan @thebookclub.mks.
2. Rajin nulis untuk diri sendiri dan AM.
3. Belajar lebih banyak hal untuk memperbaiki kualitas diri sendiri dan diri sendiri.
4. The last but not least, pentingnya mencintai diri sendiri.




PS : semoga bisa lebih selektif memilih sponsored post (karena seringnya semua juga disikat kalau ada "cuannya", hidup kapitalis!!) :D



You May Also Like

0 komentar