365 Hari

by - Desember 31, 2018


Menulis ini setengah jam sebelum pergantian tahun baru masehi. Kenapa merasa perlu menulis kilas balik 2018 ini ? karena merasakan banyak sekali emosi. Bahagia iya, sedih sampai stress banget yaa sering, kecewa banyak-banyak, mengharu biru juga sesekali. 2018 menjadi tahun paling menguras air mata, air mata sedih dan bahagia. Tahun ini aku mengambil keputusan paling penting dan sepertinya paling bersejarah dalam hidupku. Memutuskan untuk menerima lamaran dari seseorang. Sebelum dia mengutarakan niat seriusnya, kami sudah lebih dulu kenal dan dekat selama kurang lebih 5 tahun terakhir, hubungan yang tidak selalu mulus ini siapa yang menduga akhirnya memang berlabuh di pelaminan (eaaaaaaa). 

Aku dan suami (geli banget nulis ini asli laah) tipe orang dengan kepribadian yang sangat bertolak belakang. Dia penyabar saya sangat ceriwis, dia sederhana saya selalu heboh, dia sistematis saya rada sembrono, dia perhatian saya super cuek, dia jorok saya cinta kebersihan dan kerapihan (saya ada baiknya juga dong tentu saja dan dia juga ada jeleknya, kami manusia biasa hahaha) dan seabrek perbedaan lainnya. Menikah tidak selalu semenyenangkan feed instagram selebgram-selebgram andalan kalian, kadang ada ribut-ributnya juga, beda pendapat apalagi, hal-hal yang keliatannya sepele tapi bisa jadi pemantik amarah :)) tapi buat orang seperti aku yang lumayan temperamen dan susah berteoleransi akan kesalahan pasangan, kehadiran kak Fajri menjadi sebuah hal sangat kusyukuri. Bahwa rejeki tak melulu soal materi itu kupercaya setelah ditakdirkan hidup bersama seseorang dengan sabar dan pengertian yang tak ada habisnya. 2018 juga menjadi tahun yang mengesankan karena salah satu cita-cita random semasa kuliah bisa terwujud.

Dulu saya pernah berkhayal bekerja di Bandung, dan khayalan random itu ternyata menjadi kenyataan saat saya diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta, rencana Tuhan memang selalu lebih indah, tadinya hanya bermimpi di Bandung, dapet bonus ikut training dulu di Jakarta, mendapatkan sahabat-sahabat baru yang semuanya adalah pria, saya bahagia bisa dipertemukan dengan mereka semua, meskipun mereka juga sering menyakiti hahaha tapi mereka tulus dan saya jadi banyak belajar dari pertemanan kami. Salah satu momen yang mungkin paling tidak terlupakan ketika kami mengikuti wajib militer dari kantor di Pusat Pendidikan Topografi TNI AD di Cimahi. Siapa yang menyangka perempuan cengeng, lemah dan sering pingsan ini mendapatkan kesempatan dilatih secara militer oleh bapak-bapak tentara, literally dilatih seperti tentara, tak terhitung entah berapa kali aku jatuh sampai badan lecet sana sini tapi ku tidak mengeluuuuh :") TERHARU SAMPE MONANGIS KALO INGET-INGET ITU.


Wamil di Pusiktop Cimahi, Bandung (Nov 2018)
Tahun ini saya gagal melanjutkan study S2, saat memutuskan resign dari kantor untuk S2 ternyata disitulah kak Fajri (lebih tepatnya Ibunya yang sekarang juga sudah menjadi ibuku tentu saja) mengutarakan niat ingin melamarku. Jedddddeeeeerrrrrrrrrrrr kaget banget karena aku tidak atau belum memiliki niat dan kemauan untuk menikah tahun ini, tidak secepat ini. 
To be honest, saat itu saya sempat kepikiran untuk ninggalin kak Fajri dan menolak lamarannya, sempat pengen suicide juga :)) saya merasa saya harus mengorbankan banyak hal jika harus menikah. Namun sekali lagi saya mengamini rencana Tuhan selalu lebih indah. Setelah menikah pandangan saya tentang hidup bergeser sangat jauh, namun saya merasa lebih tenang, bukan lagi seorang yang ambisius, mencoba untuk menerima kekurangan diri karena sebagai manusia normal saya juga banyak kelemahan, sekarang saya bisa merasa bahwa saya bisa lebih mencintai diri sendiri, mensyukuri hal-hal sederhana, berbahagia bisa sering quality time sama keluarga (hal yang sudah lama hilang sejak saya memutuskan untuk merantau 5 tahun lalu), saya pernah merasa 2018 adalah tahun dimana saya sangat hancur namun kini, saya menyadari bahwa saya dilahirkan kembali di tahun 2018.

Terima kasih untuk semua hal yang telah terjadi selama 365 hari ini Tuhan, saya siap menerima tantangan-tantangan selanjutnya!

You May Also Like

21 komentar

  1. Saya ngos-ngosan bacanya. Saran saja, sebaiknya tulisan ini dibagi ke beberapa paragraf, jadi ada jeda saat membacanya.
    btw, selamat menempuh hidup baru, bahagia selamanya...

    temui saya di www.lelakibugis.net

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaaah, masukan yang berarti. Kebiasaanku kalau nulis asal hajar saja kak hahaha, diterima sarannya oppa lebug.

      Terimakasih kakaaak^^

      Hapus
  2. Tahun yang penuh warna yaaa
    ada naik, ada turunnya
    apapun itu, selamat sudah memasuki kehidupan yang baru. semoga tetap tegar menantang badai yang akan datang. apalagi sekarag sudah ada temannya menantang badai hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatur nuhun Daeng, inshaa Allah siap menantang badai yang lebih besar hahaha

      Hapus
  3. wah selamat ya kak keterima bekerja sekaligus dapat training bersama bapak2 TNI.. pengalaman yg menantang tapi banyak pelajaran yg bisa dipetik dan diceritakan yaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe salah satu hal yang tidak akan terlupakan dalam hidup kayaknya itu kak, sangat berkesan! xixixi

      Hapus
  4. Tahuh yang berwarna dan menyenangkan untuk dikenang... Selamat menempuh hidup baru Fira, semoga penuh warna dan selalu menyenangkan pula.

    BalasHapus
  5. Turut berbahagia dengan kisah kebahagiaan pernikahannya kak fira di tahun 2018. Semoga semangat menempuh dan menjalani kehidupan di 2019 kak💜

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin aamiin sam, semoga sam selalu dikelilingi kebahagiaan juga :D

      Hapus
  6. Manusia yang berencana tapi Tuhan yang menentukan. Dan apapun akhirnya, pasti adalah kehendak Tuhan.

    Nikmati setiap momen perjalanan dalam hidup.
    Selamat Tahun Baru, Fira sayang!

    BalasHapus
  7. Selamat atas kehidupan barunya ya. semoga lebih bahagia.

    Setiap momen yang terjadi adalah hal yang terbaik. Mungkin sekarang terlihat tidak indah namun akan menjadi indah pada waktunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak, semua akan indah pada waktunya saya percaya sekarang hihih

      Hapus
  8. Inspiring banget tulisannya kak duhh jadi baperrr 😥😆 semoga langgeng terus yah kak, fotonya cantik banget 😍 ditunggu kisah2 unik lainnya selama ganti status #eh 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahha, kebetulan suamiku rada flat jadi entahlah seprtinya nda menarik2 banget untuk diceritakan hahaha

      Hapus
  9. Wih, ikut wajib militer? Serunya itu...

    Btw, selamat menjalani hidup yang baru. Semoga sakinah, mawaddah, warahmah dan berlimpah berkah.

    BalasHapus
  10. Jadi? S2 nya blom.kesampaian? Klo blom, ayoo.... lanjut lagi. Selamat ya atas kehidupan barunya.

    BalasHapus
  11. Setiap tahun memang selalu ada pasang dan surutnya tinggal kita bagaimana menyikapinya. Selamat menempuh hidup baru Fira... Saran saya sih nikmatilah masa suami-istri terlebih dahulu sebelum memutuskan menjadi orangtua.

    BalasHapus
  12. Warna yang berbeda setiap tahunnya. Kalau pas dijalani seakan patah semangat tidak Ada habisnya, tapi begitu mampu melewati jadi pelajaran hidup dan kenangan tak terlupakan

    Selamat menemouh hidup baru dear Fira, sakinah mawaddah wa rahmah

    BalasHapus