Desember penuh cerita

by - Januari 06, 2017

Saya tipikal orang yang percaya kalimat "pengalaman adalah guru berharga." yaa salah satunya pengalaman selama satu bulan bekerja sebagai jurnalis di kantor surat kabar Harian Amanah Jawa Tengah.
Saat ditawari kerja di sana kesepakatan awalnya adalah saya bakal jadi reporter tetap dan dengan asumsi setelah layak dan mumpuni mungkin bisa jadi redaktur. Namun seiring berjalannya waktu saya merasa sulit menyeimbangkan waktu antara kerjaan dan menuntaskan kewajiban terakhir saya di kampus.
Saya tidak mengatakan kerjaan ini menghambat skripsi saya karena toh buktinya skipsi saya masih berjalan dengan lancar dan saya juga tetap bisa ke kampus untuk bimbingan jika perlu dan bahkan saya sudah tahap finishing tugas akhir ini, namun yang membuatnya berat adalah saya bukan tipikal orang yang multitasking sehingga mengerjakan begitu banyak hal dalam suatu waktu kadang membuat kesehatan saya drop.
Hingga akhirnya saya harus tetap memilih, dan saya memilih menyelesaikan kewajiban saya terlebih dahulu dan jika memang masih diberi kesempatan saya akan melanjutkan apa yang telah saya mulai di sini.
Terima kasih yang tak putus untuk seluruh jajaran teman-teman di redaksi, mulai dari bos hingga rekan-rekan reporter lain. Buat semua ilmu dan kebersamaannya. Saya merasa satu bulan ini adalah salah satu waktu terbaik saya selama di Semarang.
Pak Kabiro pak Haris yang super duper baik banget terima kasih untuk kesempatannya bekerja bersama bapak, sampai kemarin sebelum resign juga masih ditanya "Serius gak mau lanjut di sini lagi Fir ? nanti kamu gak usah pegang tiga halaman tapi yang penting ada berita tiap hari" duhh pak mohon maaf banget kali ini saya benar-benar harus memilih.
Selanjutnya redaktur-redakturku di kantor. Kak Rahman yang dulunya redaktur di Tempo, sungguh belajar banyak banget dari kakak satu ini yang bisa jadi super galak kalau berita belum disetor padahal udah dekat deadline nya :'D bakal kangen diomelin sama kak Rahman nih kayaknya.
Selain itu ada Kak Aan redaktur terselow di kantor. Kata-kata andalannya kak Aan "Kalau bisaji gampang kenapa dikasih susah" Kak Aan terbaik memang!! gak pernah komentar macam-macam sama beritaku entah karena beritaku sudah layak atau memang karena terlalu buruk sehingga bikin malas komentar wkwk :D tapi yang jelas kak Aan selalu sabar membimbing dan memberikan masukan-masukan buat saya dan teman-teman reporter lain, thanks a bunch kak An!
Redaktur lainnya kak Bhair, kalau ini redaktur yang paling ikhlas dan rela diajak keliling Semarang panas-panasan buat liputan. Hahaha selalu menceritakan jaman-jaman doski jadi reporter sampai jadi redaktur dan mengajarkan banyak hal tentang dunia jurnalistik, kak Bhair juga orang yang mengajak saya liputan ke pemkot dan koordinasi langsung sama ajudan-ajudan pak walikota.
Terima kasih kak Rahman, kak Aan, Kak Bhair to taught me a lot of things about how to be a good journalist! :)
Sebenarnya ada juga redaktur lain seperti Kak Oshin yang sudah balik ke Makassar, dari kak Oshin juga saya banyak belajar tentang berita yang baik itu seperti apa, tulisan yang layak naik jadi berita yang bagaimana dan lain lain, saya pernah diomelin habis-habisan di hadapan semua orang di kantor karena telat mengumpulkan berita dan berita itu dinilai tidak layak! tapi saya tidak marah ataupun sakit hati saya merasa itu proses pendewasaan dan proses belajar, artinya kak Oshin ingin melihat saya menjadi lebih baik lagi.
Lalu ada layouter-layouter yang baik hati kak Rachmat dan kak Mayang duhh sedih banget pas ditinggal sama mereka ke Makassar :"). Ada fotografer andalan kantor juga, mas Budi Purwanto tapi gak ada difoto ini. Mas Budi yang selalu siap siaga kesana kemari menemani liputan dan selalu memberikan informasi-informasi terkait berita yang jadi tanggung jawabku, ahh mas Bud you're the best!!!
The last but not least, teman-teman reporter mas Yopie, mas Umar, Mas Meirza, Fuad, Athira. Entahlah setelah ini bakal serindu apa sama kebersamaan kita. thankyou for being my partner, Im gonna miss you, dude!! See you on top :)

You May Also Like

0 komentar