pak polisi oh pak polisi

kemarin rabu tanggal 20 mei 2015, saya dan kelompok patologi sosial (ajiz,wulan,winny,sila) berangkat lagi ke Kendal buat kunjungan ketiga sekaligus wawancara terakhir dengan para narapidana disana, sejatinya masih ada 1 pertemuan namun pertemuan terakhir digunakan untuk pemberian plakat dan kenang-kenangan serta foto bersama dengan petugas lapas. 2 minggu kemarin perjalanan kami lancar-lancar jaya, macet tapi tidak seberapa parah, namun kemarin tanggal 20 itu, entah kenapa kami sangat lama di jalan karena macet luar biasa, panasnya semarang juga berasa sampai ke tulang-tulang. perjalanan memakan waktu 2 jam, padahal biasanya cuma sejam.

entah ada apa hari itu kami sial banget. nyampe lapas kami gak bawa surat ijinnya karena surat ijin yang sebelumnya disuruh perbaharui oleh bapak kalapas jadi kami buat lagi surat tapi dari kanwil kemenkumham belum ada kabar bahwa surat kami sudah jadi, sampai kami di ruangan kalapas saya menjelaskan keadaan yang sebenarnya bahwa dari kemenkumham mengatakan surat belum jadi dan jeng jeng bapak kalapas tidak mengijinkan kami wawancara pada hari itu, dyarrrrrr!!!!!! sakitnya tuh dimana-mana pak!!!! padahal minggu sebelumnya kami sudah melakukan wawancara, maksud kedatangan kami adalah untuk wawancara dan suratakan menyusul kami bawa keesokan harinya, tapi bapak kalapas tidak menerima alasan, kami pun pulang dengan tangan hampa (hiks, ini asli sedih).

pulangnya, winny gak bareng uyun, karena ajiz dan uyun harus segera tiba di semarang, makanya winny sama sila dan uyun sama ajiz berangkat duluan. aku bareng wulan. kesialan kami belum berhentu sampai disitu, dijalan di daerah mangkang, ada operasi polisi (tilangan) aku tidak begitu khawatir karena surat2nya lengkap, dan tentunya aku punya sim. (hahahah) tapi dugaanku benar, sila ditilang karena yang didepan sila dan sila gak punya sim. ckck, padahal winny punya. aku dan wulan pun nungguin juga disitu, stnk motornya udah diambil sama pak polisinya, pada saat pak polisi menghampiri kami berempat, dia kemudian berkata "ini pada cantik-cantik banget abis darimana mau kemana?" kami pun kompak menjawab, "abis dari lapas kendal pak, capek nih kita pak" bapaknya bertanya "ini temennya gak punya sim", trus saya jawab "tapi kan yang diboncengin punya pak, tadi lagi gantian aja soalnya udah capek pak, kami ada kuliah nih pak, jangan di lama-lamain lah pak" pak polisinya kemudian menyuruh kami semua ngikutin dia ke mobil polisinya, trus disitu nanya "ini mau sidang di pengadilan apa di KUA?" dih genit kan asliiiiiiiii. trus aku jawab "gak usah sidang-sidang kali ah si bapak mah gitu, ngerepotin aja dah pak" trus bapaknya jawab lagi "trus kalian maunya gimana? ini kan pelanggaran tadi?" kujawab lagi "kami mau pulang ke semarang pak tanpa sidang-sidang dan bayar-bayar" trus kata bapaknya "yaudah kalo gitu minta pin bb kalian aja, empat-empatnya" karena pengen urusan cepet kelar kami pun ngasih pin bbm kami sambil nahan ketawa, akhirnya kami dibebaskan dan dibiarkan jalan lagi.

geli sih kalo inget-inget itu, nah sampai kampus kami pun kompak mendelete bapak polisi tadi dari kontak bbm kami, hahaha (lha emang enak, udah punya anak istri masih genit banget) :p

You May Also Like

0 komentar