balada tugas patologi sosial

Sudah 2 minggu belakangan ini aku, butet, wulan, winny, ajiz, dan uyun bolak-balik ke lapas (lembaga pemasyarakatan) kelas IIA Kendal Jawa Tengah. jarak Semarang-Kendal itu ditempuh naik motor dengan kecepatan 60-8-km/jam itu sekitar 1 jam setengah. kami ke Kendal dalam rangka observasi dan wawancara untuk tugas mata kuliah patologi sosial. patologi sosial itu salah satu mata kuliah pilihan yang wajib diambil bagi yang mengambil konsentrasi psikologi sosial di jurusan psikologi unnes. nah tugasnya yaaa itu tadi kunjungan ke beberapa tempat yang didalamnya dianggap ada orang2 yang pernah dan mungkin bertindak tidak normatif atau dengan kata lain patogen.

kelompok kami mendapat jatah di lapas kelas IIA Kendal, awalnya kami mengurus surat di kampus kemudian dibawa ke kantor kemenkumham (kementrian hukum dan ham) wilayah Jateng. yang pertama membawa surat ijinnya adalah aku dan butet, disitu kami sudah kena "semprot" dari ibu2 pegawai kemenkumham, dikarenakan kami sekelompok ber5 namun yang datang mengurus surat perijinan hanya 2 orang. tapi setelah bla bla bla omongan dari ibu2 pegawai kemenkumham itu akhirnya kami pun mendapatkan surat observasi dari kemenkumham.

tanggal 6 mei kami berangkat ber6 dari Semarang, kami berangkat bermodalkan surat ijin dari kemenkumham, kami agak deg deg-an juga karena ini kunjungan pertama kami ke lapas dan akan mewawancarai narapidana2 dengan kasus2 yang berbeda2. sesampainya di lapas, kami mengutarakan maksud dan tujuan kami datang kesana, pada awalnya semua berjalan lancar sampai ketika ada misskomunikasi yang terjadi diantara kami, kepala bagian TU lapas dan pak kepala lapas. jadilah kami ber6 serasa dihakimi diruangan kepala lapas tersebut. 3 jam lebih kami diceramahi habis2an tentang banyak hal. seolah2 kami telah melakukan dosa besar. kemarahan bapak kepala lapas baru mereda setelah perbincangan dialihkan ke daerah asal masing2. setelah cas cis cus beberapa jam akhirnya kami pamit pulang ke semarang dan akan kembali lagi rabu depan untuk wawancara bersama napi2 di lapas tersebut

rabu berikutnya tanggal 13 mei kami datang lagi ber6, sekarang bapaknya agak lebih ramah. singkat cerita kami pun wawancara bersama beberapa napi dengan kasus yang berbeda2, aku dapet kasus napi penganiyaan, namun ternyata di lapas tersebut tidak ada napi kasus penganiyaan yang ada adalah yang masih berstatus tahanan dan yang mengejutkan saya adalah tahanan tersebut adalah seorang polisi!! wahhhh saya perkirakan umurnya sekitar 50an keatas. saya sendiri rasanya gak tegho harus wawancara bapak itu. akhirnya saya minta kasusnya diganti, saya meminta kepada bapak kepala pengamanan lapasnya diberi napi dengan kasus PPA (perlindungan perempuan dan anak) salah satunya pemerkosaan. yaaa saya wawancara dengan narapidana kasus pemerkosaan. rasanya gemetaran pertama kali bertatap langsung dengan mas "RH" (nama disamarkan) mas RH ini orangnya sangat tertutup, menjawab pertanyaan saya hanya dengan anggukan kepala dan gelengan, skali-skali menjawab iya dan tidak. sampai bingung sendiri harus nanya apa lagi.

yang lain juga merasakan nano-nano di wawancara pertama mereka, ajiz wawancara napi kasus pembunuhan, wulan napi kasus narkoba, sila napi kasus perjudian, winny napi kasus pencurian. hmmmm. kami masih akan kembali ke lapas itu dalam 2 pertemuan selanjutnya. semoga kami tidak hanya mendapatkan capeknya tapi juga dapat banyak pengalaman dan pelajaran berharga. karena belajar tidak hanya duduk manis didalam kelas.

You May Also Like

0 komentar